Dua hari lalu, aku mengalami suatu peristiwa yang telah merubah hidupku. Awalnya, yang kuingat adalah memulai hari Sabtu, 6 Juni 2009, dengan harapan dapat bersama-sama dengan keluargaku. Bermain bersama anak-anakku dan suamiku yang kali ini dapat menemaniku di rumah kami yang mungil ini. Namun, setelah benar-benar beranjak dari tempat tidurku, meninggalkan suamiku yang masih terlelap, berbaring menghadap ke selatan, mataku tertuju pada secarik kertas di meja riasku. “Apakah aku harus mempercayai ini?” batinku.
Sejak 4 tahun lalu, kulit wajahku terasa lebih kasar, mulai berjerawat, padahal usiaku sudah tidak muda lagi. Kulitku tidak berminyak, namun mengapa tumbuh jerawat. Orang-orang bilang kalau semua itu setelah kelahiran anak keduaku. “Masa sih, itu tidak benar!” sanggahku pada orang-orang itu. Alangkah naif menurutku kalau aku mencoba menyalahkan kelahiran anakku.
Siapa yang tidak ingin cantik kembali? Read the rest of this entry »
