COLORS of THINKING Dalam SPIRAL DYNAMICS®
Pernah terheran-heran mengapa ada karyawan, teman atau pasangan Anda menjadi sangat emosional pada suatu fase? atau tiba-tiba menjadi workaholic dan yang semula taat pada peraturan menjadi sosok yang pembangkang? Atau mungkin diri Anda sendiri yang memimpin suatu tanggungjawab malah kehilangan motivasi ketika sekeliling Anda mengganggap bahwa semua yang sudah dilakukan tidaklah memuaskan partner-partner Anda? Benarkah demikian karena Anda melakukan hal yang salah? Ada hal yang berbeda yang telah terjadi?
Jika Maslow mengumandangkan “Hierarchy of Needs” yang menyatakan bahwa manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar / fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri), maka lebih jauh, Graves mengajak kita memahami bagaimana manusia perpikir dan berperilaku dilihat dari tingkatan-tingkatan keyakinan / prinsip hidup manusia.
Mengapa manusia merespons setiap stimulus secara berbeda?
Setiap “tingkat eksistensi manusia” menawarkan titik tertentu untuk melihat stimulus/realita yang beragam. Realitas pandangan yang beragam inilah yang menyebabkan perbedaan pendekatan pengambilan keputusan, prinsip-prinsip pengorganisasian maupun cara berpikir baik untuk bisnis, relasi, dan berbagai aspek dalam beraktivitas.
Melalui penelitian puluhan tahun, Dr. Graves mengajak kita memahami bahwa perilaku manusia dalam merespon stimulus / realita merupakan refleksi dari keyakinannya mengenai makna stimulus /realita tersebut yang tergambar dalam sebuah pola pikir (mindset) nya. Sumber terdalam dari pola pikir manusia adalah “DNA” bio-psiko-sosial atau tingkat eksistensi psikologis (Level of Psychological Existences) yang menentukan warna pikiran (colors of thinking) orang tersebut. Ia menggunakan istilah “double helix” sebagai ilustrasi spiral yang digunakan untuk memvisualisasikan sistem pola pikir manusia. Sebagaimana spiral, masing-masing lingkaran merupakan aliran yang dinamis dari satu realita ke realita berikutnya. Baik individu, organisasi, dan seluruh masyarakat bergerak sepanjang lintasan spiral ini, pergeseran prioritas, nilai, dan esensi. Dengan demikian, sistem pola pikir Graves ini bukanlah tipologi, melainkan proses yang mengalir.
Dengan kata lain, Spiral Dynamics adalah ilmu yang sedang berkembang, yang menggambarkan kecerdasan inti spiral manusia yang menentukan mengapa dan bagaimana proses berpikir, sistem nilai, dan tingkat eksistensi psikologis. Graves menyatakan delapan tingkat inti spiral.
Demikianlah ke delapan tingkat ini menjadi suatu proses yang dinamis dalam siklus hidup manusia. Manusia akan melewati tahapan-tahapan tersebut untuk mencapai tingkat hidup yang lebih tinggi.
Apa dan bagaimana delapan tingkat spiral ini bekerja dalam diri manusia?
Apakah kita musti melewati tingkat-tingkat tersebut secara berurutan atau bisa kita percepat? Bagaimana kita mempengaruhi diri sendiri untuk mengalami self-coaching dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan?
IKUTILAH COACH TRAINING bersama Issa Kumalasari & SinergiaLife Consultants.
APPLIED SPIRAL DYNAMICS in Coaching
“Latest technology of a Value based Coaching and Leadership style”
December, 11-13, 2009, Surabaya
Hubungi untuk pendaftaran:
Jakarta :081.2292.3135
Surabaya:0888.526.1808/0888.264.0827
Semarang:024.70333135
Jogya : 0888.0394.9041
Siapa saja yang mesti bergabung: CEO, Directors, Stakeholders, Senior Business Executives, Senior HR Professional, Senior Managers ,Senior Business Consultant , Coach, Senior Leaders of Government Institution, OD Specialist and Leaders in the organization

























