ACCELERATED TEACHING

Guru adalah anggota masyarakat yang sangat berjasa. Ia memilih membimbing tunas-tunas muda lebih dari sekedar mengajar. Ia merancang suatu pemikiran cemerlang, bertindak dan memecahkan persoalan yang relevan.

Berbagai metode dikembangkan oleh guru. Salah satunya adalah accelerated learning (teaching). Melalui penerapan teknik accelerated learning di kelas, anak-anak walau memiliki kemampuan kurang tampak seperti benih yang hendak tumbuh.

Langkah demi langkah accelerated teaching dapat diringkas dalam satu kata: MASTER. Dengan M: Mind, A: Acquiring the fact, S: Search out the meaning, T: Trigger the memory, E: Exhibit what you know dan R: Reflecting.

 

Ciptakan Suasana Hati yang Tepat (MIND)

Hubungan yang baik antara guru dan murid adalah salah satu faktor penentu apakah pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan dan efektif. Sangat penting meluangkan  waktu bersama siswa dan menjamin siswa dapat menerima, bebas stres dan suasana hati gembira.

Berikut ini adalah beberapa cara membangkitkan motivasi siswa:

v     Jelaskan pada siswa cara kerja otak mereka dan gaya belajar.

v     Tekankan relevansi.

v     Visualisasikan kualitas hasil.

v     Beri siswa kepercayaan mengatur.

v     Beri jaminan rasa aman untuk kesalahan.

v     Sugesti keberhasilan.

v     Pasang poster ‘sukses’.

 

Dapatkan Informasi (Acquiring the Fact)

Saat guru menyampaikan informasi baru, wajar bila siswa mulai melakukan internalisasi. Siswa melakukan internalisasi dengan cara yang berbeda-beda sehingga dapat menimbulkan kegaduhan. Bila guru berusaha menghentikan kegaduhan ini, dapat menghambat pemahaman siswa. Cara yang efektif untuk mengurangi kegaduhan adalah  berhenti dan menganjurkan siswa berdiskusi dengan teman sebelahnya sejenak. Pada kesempatan ini guru dapat membantu pemahaman siswa tertentu.

Dalam suasana seperti ini guru dapat mengambil sikap proaktif:

v     Ide utama; menjelaskan kembali ide utama sehingga membantu proses internalisasi.

v     Kerja sama informal; kembangkan kerja sama informal antara siswa-guru maupun antar siswa.

 

Temukan Makna (Search Out the Meaning)

Tujuan pembelajaran bukan sekedar transfer ilmu, tetapi membantu siswa mengembangkan pemahamannya sendiri sampai ke pemahaman yang benar tentang subjek.

Untuk membantu siswa menangkap makna, guru dapat melakukan:

v     Berikan Analogi; memberikan gambaran-gambaran yang lebih akrab atau dikenal oleh siswa.

v     Kerangka visual pikiran; Anda dapat membuat diagram materi yang sedang diajarkan atau peta pikiran. Dengan demikian hubungan antar tiap bagian dapat tervisualisasikan.

v     Pemikiran mendalam; mungkin Anda dapat membantu siswa mengkaji lebih detil. Anda dapat menunjukkan contoh konkret atau bukti formal.

v     Sequence Shuffle untuk tipe kinestesik; untuk tipe siswa kinestesik, berilah kesempatan agar dapat melakukan gerakan tertentu. Biarkan saja ia pindah posisi untuk merenungkan lebih dalam.

v     Arahan imajinasi; bangun percaya diri siswa. Picu imajinasinya. Dukung dan arahkan imajinasi ke makna terdalam atau lebih.

v     Pertanyaan tantangan; munculkan beberapa pertanyaan yang memancing rasa penasaran. Tahap demi tahap semakin dalam.

v     Pembelajaran Interpersonal.

v     Bantu membangun kecerdasan intrapersonal.

v     Proyek perseorangan yang melibatkan banyak subjek.

 

Memancing Memori (Trigger the Memory)

Gunakan review berputar. Anda dapat meminta seorang siswa untuk menyebutkan apa yang paling ia sukai dalam pelajaran yang baru berlangsung. Pernyataan siswa itu kemudian disambung dengan siswa yang lain. Anda dapat berperan sebagai fasilitator.

Salah satu metode terbaik untuk memori adalah circuit learning. Anda dapat melakukan pengulangan-pengulangan secara terencana. Misalnya siswa dapat membuat peta pikiran dari suatu subjek. Setiap hari peta pikiran itu diamati secara sepintas. Jika ingin dikomentari, langsung ditambahkan.

 

Ungkapan Apa yang Diketahui (Exhibit)

Siswa jelas perlu menyatakan apa yang telah dipelajari dan seberapa baik.         Lakukan test untuk feedback.   

v     Tantangan yang sesuai

v     Swap Shop

v     Pernyataan pribadi

v     Rekaman pencapaian

v     Nilai

 

Refleksikan Apa yang Telah Dipelajari (Reflect)

Cara paling sederhana untuk memperbaiki kinerja Anda dan siswa adalah melakukan renungan. Renungkan hal-hal apakah yang dapat diperbaiki lagi.

 

Refleksi guru. Renungkan apakah metode yang kita terapkan telah sesuai sasaran. Renungkan pula apakah target kita tercapai. Bagaimana cara memperbaikinya. Dengan perenungan ini, setahap demi setahap kita akan menuju titik optimal.

 

Refleksi siswa. Tuntunlah siswa untuk merenungi apa yang telah ia pelajari. Apakah ia telah belajar dengan cara yang efektif. Jadilah fasilitator untuk meningkatkan kinerja belajar siswa.

6 Comments so far »

  1. Wuryanano said

    am August 17 2008 @ 9:21 pm

    Artikelnya bagus Mbak Amelia Hirawan. :)
    Bisa mengingatkan saya, jika saya sedang memberikan kuliah untuk mahasiswa saya.

    Trims ya.
    Salam Luar Biasa Prima!
    Wuryanano :)

  2. amelia said

    am August 30 2008 @ 8:51 am

    Ayo kita bangun untuk di surabaya, pak. Saya akan akan di surabaya selama bulan september ini, mungkin kita bisa saling sharing.

  3. Wahyudi said

    am August 30 2008 @ 10:25 am

    Pak Frans dan Ibu Amelia,

    Terima kasih atas pertemuan kita selama di Temaggung, Magelang dan Semarang. Sangat dahsyat luar biasa yang saya dapat dari Bapak dan Ibu.
    Saya berharap dapat bertemu lagi pada kesempatan yang lain.
    Salam dari keluarga kami untuk Bapak/Ibu.

    Wahyudi

  4. iqbal m ardiwinata said

    am October 28 2008 @ 9:53 pm

    Ibu Amelia,

    Artikelnya sangat menarik, sebagai guru, saya ingin tahu lebih banyak lagi (mendalami) tentang MASTER, gimana caranya???

  5. RahmatMu said

    am November 7 2008 @ 6:13 am

    Mba Amelia yang Baik,
    Salam Silaturahim dari saya.
    Teruslah Memberikan Cahayamu kepada sekelingmu mumpung qt masih diberikan banyak Hikmah dari Sang Pemberi Hikmah

  6. YOYO said

    am December 26 2008 @ 5:53 pm

    Bu, saya ingin sharing sama ibu.

    apa accelerated teaching itu bukan sebuah model?
    masalahnya, accelerated teaching itu ada langkah-langkahnya
    seperti sintak-matik gitu jadi saya bingung menentukan accelerated teaching itu model ato metode..

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a comment

Name: (Required)

eMail: (Required)

Website:

Comment: