<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Perkawinan</title>
	<link>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/</link>
	<description>Mind Therapist</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 01:40:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>

	<item>
		<title>By: irfan</title>
		<link>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-109</link>
		<author>irfan</author>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:22:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-109</guid>
		<description>Perceraian tidak diinginkan orang baik-baik. Meski bisa jadi adalah pilihan terbaik (terakhir).

Bisa jadi penyebabnya karena ego yang mengalahkan niat baik menikah yaitu untuk menutupi kekurangan pasangan sekaligus saling mendukung kesuksesan bersama.

Kebiasaan vitamin negatif seperti tontonan gosip (perceraian artis) yang terus menerus juga mempengaruhi selain makin lunturnya ketaatan pada nilai2 agama untuk memegang kesucian sebuah perkawinan.

Singkat komentar, laki2 baik pantas menikahi wanita baik2 dan begitu pula sebaliknya.

Bukankah semua keputusan hidup ini ada harganya?

Salam semangat!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perceraian tidak diinginkan orang baik-baik. Meski bisa jadi adalah pilihan terbaik (terakhir).</p>
<p>Bisa jadi penyebabnya karena ego yang mengalahkan niat baik menikah yaitu untuk menutupi kekurangan pasangan sekaligus saling mendukung kesuksesan bersama.</p>
<p>Kebiasaan vitamin negatif seperti tontonan gosip (perceraian artis) yang terus menerus juga mempengaruhi selain makin lunturnya ketaatan pada nilai2 agama untuk memegang kesucian sebuah perkawinan.</p>
<p>Singkat komentar, laki2 baik pantas menikahi wanita baik2 dan begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Bukankah semua keputusan hidup ini ada harganya?</p>
<p>Salam semangat!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amelia</title>
		<link>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-68</link>
		<author>amelia</author>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 12:13:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-68</guid>
		<description>Wow ..wow, it's GOOD IDEA

- MENGAPA HARUS melangsungkan perkawinan bila akhirnya bercerai?
- perceraian tersebut adalah bukti nyata bahwa yang bersangkutan BELUM SIAP dalam perkawinan.

Ini adalah 2 hal yang memang agak BERBEDA. 

So THANKS for YOUR COMMENT, Mr. Teddy.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow ..wow, it&#8217;s GOOD IDEA</p>
<p>- MENGAPA HARUS melangsungkan perkawinan bila akhirnya bercerai?<br />
- perceraian tersebut adalah bukti nyata bahwa yang bersangkutan BELUM SIAP dalam perkawinan.</p>
<p>Ini adalah 2 hal yang memang agak BERBEDA. </p>
<p>So THANKS for YOUR COMMENT, Mr. Teddy.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teddy wirawan</title>
		<link>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-67</link>
		<author>teddy wirawan</author>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 09:18:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://ameliahirawan.com/2008/05/01/perkawinan/#comment-67</guid>
		<description>saya lihat memang benar banyak sekali perceraian. kadang saya berfikir tentang hal tersebut, bukan pada perceraiannya tetapi mengapa harus melangsungkan perkawinan bila akhirnya bercerai ?

perceraian tersebut adalah bukti nyata bahwa yang bersangkutan belum siap dalam perkawinan.

kalo ditarik ke belakang kesiapan tersebut tidak hanya saling mencintai dan berani berkorban.

hal tersebut menjadi omong kosong bila kenyataanya malah bercerai. 

anak yang menjadi korban perceraian akan sangat menderita, diantaranya :
1. merasa berbeda dengan yang lain
2. akan tumbuh dan berkembang lebih liar, lebih lambat, atau lebih terhambat.
3. dia kesulitan menemukan jati dirinya yang wajar seperti orang lain pada umumnya.
4. akan sulit menerima tawaran untuk sebuah perkawinan
5. lebih banyak mencari kehangatan diri dengan kecenderungan lebih egois dengan sesamanya baik yang mengarah pada kerugian pada diri sendiri maupun orang lain.

kira-kira demikian dari saya
salam damai dan sejahtera

teddy wirawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lihat memang benar banyak sekali perceraian. kadang saya berfikir tentang hal tersebut, bukan pada perceraiannya tetapi mengapa harus melangsungkan perkawinan bila akhirnya bercerai ?</p>
<p>perceraian tersebut adalah bukti nyata bahwa yang bersangkutan belum siap dalam perkawinan.</p>
<p>kalo ditarik ke belakang kesiapan tersebut tidak hanya saling mencintai dan berani berkorban.</p>
<p>hal tersebut menjadi omong kosong bila kenyataanya malah bercerai. </p>
<p>anak yang menjadi korban perceraian akan sangat menderita, diantaranya :<br />
1. merasa berbeda dengan yang lain<br />
2. akan tumbuh dan berkembang lebih liar, lebih lambat, atau lebih terhambat.<br />
3. dia kesulitan menemukan jati dirinya yang wajar seperti orang lain pada umumnya.<br />
4. akan sulit menerima tawaran untuk sebuah perkawinan<br />
5. lebih banyak mencari kehangatan diri dengan kecenderungan lebih egois dengan sesamanya baik yang mengarah pada kerugian pada diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p>kira-kira demikian dari saya<br />
salam damai dan sejahtera</p>
<p>teddy wirawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
