Menghirup Udara Baru ???
By. Didie
Kita semua adalah musafir, peziarah, manusia berproses. Kita masing-masing harus berjalan dengan perkasa sesuai dengan derap irama pribadi, mendaki gunung cita-cita pribadi, berjuang untuk meraih ida-idaman hidup, tujuan hidup yang merupakan panggilan kita melulu. Saya adalah saya dan Anda adalah Anda. Kadang-kadang jauh lebih aman tampaknya hidup atau berbuat menurut rutin lama yang sudah mapan. Terasa lebih aman ikut saja sebagai anggota sekelompok orang, hidup dan berbuat seperti orang banyak. ”Jalan yang jarang dirambah” selalu kelihatan riskan.
Akan tetapi, kita adalah musafir, peziarah, perambah jalan. Kita masing-masing sedang berjalan menuju tujuan hidup kita sendiri-sendiri. Tidak ada “satu jalan untuk semua”. Kita masing-masing mempunyai potensi yang luar biasa tetapi unik. Meskipun begitu untuk meraih tujuan hidup, kita harus mau mencoba-coba kesempatan, mengambil resiko, ditolak orang dan terluka, terjatuh dan bangkit berdiri lagi. Kita harus belajar bertahan, tabah dalam kegagalan-kegagalan. Memang tidak mudah, menakutkan, penuh petualangan.
Peziarah yang sedang berjalan menuju tanah terjanji kiranya harus berani dan tahan bantingan. Kadangkala rasanya seolah-olah kita berjalanterus hanya karena tekad bulat semata-mata. Sangatlah menggiurkan menemukan suatu tempat dalam sinar matahari dan menetap di
Maka kita tetap tinggal saya di tempat yang sama. Kita melakukan hal-hal yang sama saja dari waktu ke waktu. Tindakan-tindakan dan tanggapan-tanggapan kita menjadi sangat terduga. Berapa orang akan menyebut kita dapat dipercaya. Orang lain akan melihat bahwa kita dilumpuhkan oleh ketakutan-ketakutan kita. Kita menjadi mandek dan sesak nafas. Tiap hari menjadi salinan hari kemarin. Tiap tahun kelihatan sama saja dengan tahun sebelumnya. Rematik kita akan bertambah-tambah. Wajah kita akan makin keriput. Kita semakin terserang encok dan kekurangan tenaga. Kalau tidak ada perubahan, udara baru, cakrawala baru, kita adalah kita seperti kemarin-kemarin, hidup dalam dunia rutin, tanpa tantangan atau perubahan.
WHAT do you MEANS….????
wah bang Didi maut sekali tulisannya…hahaha…peziarah kehidupan ya Pak ? mungkin cerita aBang kalo diterjemahkan dalam bahasa kerennya adalah Tinggalkan zona nyamanmu…buatlah zonamu menjadi zona perang, yang selalu bergerak dan terus bergerak untuk mendapatkan kemenangan.
Hal baru memang terasa memberatkan hati dan bahkan orang disekeliling kita. namun yang paling penting adalah apa tujuan kita mengambil hal yang baru itu dan beranikah menanggung resiko akan apa yang terjadi..saya pikir dalam hidup ini adalah ada dua pilihan yang dapat kita pilih, bergerak atau diam saja. kemungkinan yang dapat terjadi adalah jika kita terus bergerak, orang disekitar kita akan “menolong” kita seperti yang dikatakan artikel abang Didie.kalau diam saja ya hidup seperti salinan hari kemarin seperti yang abang Didie tulis..
so life is choice. benar atau salah hanya tergantung dari cara pandang kita.
http://www.lifemaximum8.blogspot.com